<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Design of Detection System with Motion Sensor and Notification on Android Based on Arduino Microcontroller</article-title>
        <subtitle>Rancang Bangun Sistem Deteksi Dengan Sensor Gerak Beserta Notifikasi Pada Android Berbasis Mikrokontroler Arduino</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-eaa93df622c2cdc8f36c5d9e30df861d" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Wicaksono</surname>
            <given-names>Rizky Ndaru</given-names>
          </name>
          <email>141080200001@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-5d5c6dbeae32c9c29c0178bb4f3f49c8" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>hindarto</surname>
            <given-names>hindarto</given-names>
          </name>
          <email>hindarto@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <institution content-type="orgname">Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <institution content-type="orgdiv1">Program Studi Informatika </institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <institution content-type="orgname">Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <institution content-type="orgdiv1">Program Studi Informatika</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2021-01-21">
          <day>21</day>
          <month>01</month>
          <year>2021</year>
        </date>
      </history>
      <abstract>
        <p id="paragraph-d40b6c054703362b4ee3641ed9f5a720">The rapid development of technology nowadays makes people want to always be creative and triggers to create something that is needed to create a security system, because the difficulty of today's economy makes many people act criminally by robbery or theft. An alternative security system that is often used today is to use CCTV (Closed Circuit Television), but the limitations in conducting CCTV surveillance include that it still has to be monitored directly at the monitoring location. From the problems that occur, the authors developed a thesis that is capable of monitoring and monitoring by sending realtime alerts in the form of notifications to the user on an Android Smartphone device by building an IoT (Internet of Thing) based detection system using a PIR (Passive Infrared) motion sensor. entitled "Designing a Motion Sensor Detection System and Notification on Android Based on the Arduino Microcontroller".</p>
      </abstract>
      <kwd-group xml:lang="en">
        <kwd content-type="">Detection System, IoT, PIR Sensor, Arduino Microcontroller</kwd>
        <kwd content-type="">Detection System, IoT, PIR Sensor, Arduino Microcontroller</kwd>
      </kwd-group>
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="heading-cc5076dc1bc5bafab4212e142b1edd5f">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-10">Perkembangan teknologi yang begitu pesat saat ini membuat orang ingin selalu berkreasi dan memicu untuk membuat sesuatu yang baru dimana dapat di aplikasikan serta dapat digunakan mudah dan praktis. Teknologi tersebut sangat dibutuhkan untuk membuat sebuah sistem keamanan, karena sulitnya perekonomian saat ini membuat banyak orang bertindak kriminal dengan cara melakukan perampokan atau pencurian. Minimarket, toko - toko atau rumah kerap kali terjadi saat situasi sedang tutup atau ditinggalkan oleh pemiliknya. Oleh karena itu diperlukan kunci keamanan berlapis dari mulai gerbang hingga pintu masuk. Alternatif sistem keamanan yang sering digunakan saat ini adalah dengan menggunakan CCTV (<italic id="_italic-9">Closed Circuit Television</italic>) dimana sistem ini mempermudah seseorang untuk melakukan pengawasan terutama pada lingkup area yang luas. Akan tetapi keterbatasan dalam melakukan pengawasan CCTV antara lain masih harus dipantau secara langsung di lokasi pemantauan saja. Faktor kelalaian manusia menjadi alasan banyaknya kejadian yang seharusnya dapat dihindari, luput dari pengawasan dan akhirnya terjadilah tindak kriminal tersebut. Hal ini menyebabkan banyak waktu yang terbuang hanya untuk melakukan pengawasan.</p>
      <p id="_paragraph-12">Teknologi yang dapat diterapkan untuk membangun suatu sistem keamanan dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk membantu manusia baik melakukan pemantauan terhadap suatu objek yang berada pada lokasi jarak jauh maupun kondisi yang hendak diantisipasi. Maka dari itu dibutuhkan suatu sistem yang dapat memberikan notifikasi agar terciptanya aspek <italic id="_italic-10">deterrent</italic> (pencegahan). Dari permasalahan yang terjadi, maka penulis mengembangkan skripsi yang mampu melakukan pengawasan dan <italic id="_italic-11">monitoring </italic>dengan cara mengirimkan <italic id="_italic-12">alert </italic>berupa notifikasi kepada <italic id="_italic-13">user</italic> secara <italic id="_italic-14">realtime </italic>ke dalam perangkat Smartphone Android dengan membangun sistem deteksi berbasis IoT (<italic id="_italic-15">Internet of Thing</italic>) menggunakan sensor gerak PIR (<italic id="_italic-16">Passive Infrared</italic>). Sensor PIR bersifat pasif, artinya sensor ini tidak memancarkan sinar inframerah tetapi hanya menerima radiasi sinar inframerah dari luar. Kemudian sinyal keluarannya diolah oleh mikrokontroler Arduino Uno yang berbasis Microchip ATmega328P lalu sinyal tersebut dikirim pada Smartphone Android berupa notifikasi yang muncul di layar.</p>
      <p id="_paragraph-14">Penelitian terdahulu yang berkaitan dengan judul ini antara lain penelitian yang dilakukan oleh [1] dengan judul Aplikasi Sensor PIR Untuk Sistem Keamanan Rumah Tinggal Dengan Menggunakan Dua Pemancar <italic id="_italic-17">Wireless</italic>. Dalam penelitian ini dilakukan kajian penggunaan sensor PIR untuk mendeteksi obyek manusia dan memberikan indikator pada pemilik rumah dan petugas keamanan dengan cara menyampaikan informasi yang didapatkannya ke pos penjagaan. Modul dalam sistem ini menggunakan sensor PIR HCSR-501 sebagai input, pemrosesnya adalah mikrokontroler ATmega8535, modul komunikasi TLP434MHz dan RLP434MHz masing-masing dua pasang. Adapun kekurangan dari penelitian ini yaitu pemilik rumah tidak bisa memantau rumah ketika meninggalkan rumah, oleh karena itu bisa dikembangkan membuat aplikasi pada android untuk menerima informasi dan mengontrol rumah ketika meninggalkan rumah pada jangka waktu lama. Dengan menggunakan mikrokontroler maka optimalisasi adanya perampokan atau pencurian dapat lebih ditekan lagi dibandingkan dengan hanya menggunakan CCTV. Dan pemilik juga bisa lebih tenang apabila sedang tidak bisa mengawasi CCTV.</p>
      <p id="_paragraph-16">Landasan teori sangat di perlukan dalam menyusun sebuah sistem deteksi yang akan di bangun. Penulis akan menjelaskan mengenai landasan teori yang akan di perlukan dalam merancang sistem pendeteksi adanya gerakan dengan papan mikrokontroler Arduino Uno yang kemudian akan dikiriman ke Smartphone Android. 1) Teori Mikrokontroler Menurut [2], mikrokontroler adalah sebuah system komputer yang seluruh atau sebagian besar elemennya dikemas dalam satu <italic id="_italic-18">chip</italic> IC, sehingga sering disebut <italic id="_italic-19">single chip microcomputer</italic>. Untuk memahami pengertian mikrokontroler kita coba untuk menelusuri pengertian mikrokontroler dari beberapa sumber. Pada kamus Webster [3] pengertian mikrokontroler adalah “Sebuah sirkuit terintegrasi yang berisi mikroprosesor bersama dengan memori dan sirkuit terkait dan yang mengontrol beberapa atau semua fungsi perangkat elektronik (seperti alat rumah) atau sistem”, Dari kamus Lexico oleh Oxford [4] diperoleh pengertian mikrokontroler adalah “Perangkat kontrol yang menggabungkan mikroprosesor”. Pengertian dari Webster mengacu pada pemahaman banyak orang bahwa mikrokontoler melakukan tugas manusia, sedangkan pengertian dari Lexico oleh Oxford lebih umum. 2). Definisi sensor menurut [5] menyatakan sensor adalah peralatan yang digunakan untuk mendeteksi ataupun mengukur ukuran dari sebuah objek penelitian, yaitu dengan mengubah besaran fisik atau kimia menjadi suatu sinyal listrik. Saat ini sensor telah dibuat dengan ukuran sangat kecil yang berbentuk <italic id="_italic-20">nanometer</italic>. 3) Sensor PIR (<italic id="_italic-21">Passive Infrared</italic>) merupakan sebuah sensor berbasiskan infrared. Akan tetapi, tidak seperti sensor <italic id="_italic-22">infrared</italic> kebanyakan yang terdiri dari IR LED dan foto transistor. Benda yang bisa dideteksi oleh sensor ini biasanya adalah tubuh manusia [6]. 4) Arduino Uno [7], Arduino Uno adalah papan pengembangan (<italic id="_italic-23">development board</italic>) mikrokontroler yang berbasis chip ATmega328P. Disebut sebagai papan pengembangan karena <italic id="_italic-24">board</italic> ini memang berfungsi sebagai arena <italic id="_italic-25">prototyping</italic> sirkuit mikrokontroller. 5) Sensor PIR [8] HC-SR501 adalah sensor yang berdasarkan dari teknologi inframerah yang memiliki modul kontrol otomatis. Modul ini menghasilkan sinyal digital sehingga mudah untuk dipasangkan dengan mikrokontroler atau disandingkan dengan modul lain.</p>
      <p id="_paragraph-17">Beberapa teori Pemograman yang penulis gunakan diantaranya yaitu ArduinoIDE (<italic id="_italic-26">Integrated Development Environment</italic>) merupakan sebuah <italic id="_italic-27">software open-source</italic> untuk sistem operasi macOs, Windows, dan Linux yang digunakan untuk menulis, menyusun, dan mengunggah kode program pada papan Arduino dengan bahasa pemrograman Arduino. Android Studio menurut [9], Android Studio dibuat berdasarkan IDE Java populer, yaitu <italic id="_italic-28">IntelliJ IDEA</italic>. Android Studio merupakan IDE resmi untuk pengembangan aplikasi Android. Google Firebase adalah <italic id="_italic-29">Cloud Service Provider</italic> dan BaaS (<italic id="_italic-30">Backend as a Service</italic>) yang merupakan solusi untuk mempermudah dalam mengembangkan aplikasi mobile maupun web.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-1b8f7f57200bd3cd29ef54941a3867ca">
      <title>Metode </title>
      <p id="_paragraph-19">Dalam penelitian ini proses pengumpulan data dilakukan sesuai dengan kejadian yang dibutuhkan di lapangan dengan cara sebagai berikut : 1) Pengumpulan data guna mempermudah dalam membangun rancangan; 2) Analisis data atas data-data yang diperoleh guna untuk dikembangkan menjadi sebuah sistem yang diinginkan.</p>
      <p id="_paragraph-20">Dalam penelitian yang akan dibuat untuk kebutuhan sistem deteksi. Sistem ini di rancang untuk dapat mendeteksi adanya gerakan yang melewati sensor PIR lalu kemudian mengirimkan notifikasi ke Smartphone Android. Alur dan perancangan sistem terdiri sebagai berikut:</p>
      <fig id="figure-panel-f9d176f40d7c6406079e922db738dd2f">
        <label>Figure 1</label>
        <caption>
          <title>Diagram Sistem</title>
          <p id="paragraph-2f7147bc5eb5a2e0d005369d85a5138c" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-fa0152bfb9566a41d27e94d64156668b" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="Diagram Sistem.jpg" />
      </fig>
      <fig id="figure-panel-bc100a5b9f2abc40c90ea513ecff3d88">
        <label>Figure 2</label>
        <caption>
          <title>Flowchart Sistem Deteksi</title>
          <p id="paragraph-b5ba94463fe85109b4fcd8381d5bebda" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-3f366f6bbf3d4ca42ae87b6d3e8dcba5" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="Flowchart Sistem Deteksi.jpg" />
      </fig>
      <fig id="figure-panel-2d74a3339ad18bf568ab906da0720631">
        <label>Figure 3</label>
        <caption>
          <title>Skematis Rancangan Penelitian</title>
          <p id="paragraph-8505de5ba9e679386c270f478f42128e" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-4e32c2fab6abf7e6297d3649da4dfae2" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="Skematis Rancangan Penelitian.jpg" />
      </fig>
    </sec>
    <sec id="heading-3cc06500e8fbee1f7a9382b68d6b6e21">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <sec id="heading-050cb033b07490fa5a8ec8e44d95b750">
        <title>Hasil Penelitian</title>
        <p id="_paragraph-26">Proses Implementasi dari perancangan sistem yang dilakukan pada bab sebelumnya akan dijelaskan pada bab ini. Implementasi merupakan tahapan pembangunan rancangan sistem yang menjadi sebuah sistem atau aplikasi. Implementasi yang dilakukan sebagai hasil penelitian Rancang Bangun Sistem Deteksi Dengan Sensor Gerak Beserta Notifikasi Pada Android Berbasis Mikrokontroler Arduino sebagai berikut: 1) Sistem dapat membaca adanya pergerakan melalui sensor; 2) Sistem dapat mengirim sinyal sensor ke database; 3) Sistem dapat menampilkan data dari database ke perangkat Smartphone Android; 4) Sistem dapat menampilkan notifikasi ke perangkat Smartphone Android</p>
        <p id="_paragraph-27">
          <bold id="_bold-19">Implementasi Sistem</bold>
        </p>
        <p id="paragraph-8b5f28dff6f07c208f0bfcbe9bd52b5e">1. Pembaca Sensor</p>
        <p id="paragraph-2">Dalam sistem ini sensor PIR akan merespon energi dari pancaran sinar inframerah pasif yang dimiliki oleh setiap benda yang terdeteksi olehnya, dalam hal ini adalah tubuh manusia.</p>
        <p id="paragraph-3">2. Mengirim Data Sensor ke Database Firebase</p>
        <p id="paragraph-4">Dalam sistem ini Modul ESP8266 akan mengirimkan data-data ke Firebase Realtime Database.</p>
        <p id="_paragraph-30">
          <bold id="_bold-20">Halaman Utama Aplikasi Android</bold>
        </p>
        <fig id="figure-panel-f3f2a1c5f2f8d8e077871222ff0cdb90">
          <label>Figure 4</label>
          <caption>
            <title>Halaman Utama Aplikasi Android</title>
            <p id="paragraph-a2a01f4c64cd1a84e96efcbbfa0ff994" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-d8fdc0c0737abfb3012f3ddb62455022" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="Halaman Utama Aplikasi Android.jpg" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-32">
          <bold id="_bold-22">Pesan Notifikasi</bold>
        </p>
        <fig id="figure-panel-74ebbcca18d0bcdf5c011c0e9df79ee1">
          <label>Figure 5</label>
          <caption>
            <title>Pesan Notifikasi</title>
            <p id="paragraph-d01ef6431b7522511f0b6a7d86c12e80" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-02be8ba4e4fa33a42a89aaa073fc663a" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="Pesan Notifikasi.jpg" />
        </fig>
      </sec>
      <sec id="heading-23c2dbb90bd2e77b79fb99df54fbfd90">
        <title>Pembahasan</title>
        <list list-type="bullet" id="list-dd9a7de448a1aa4c2cdd780f19f342c0">
          <list-item>
            <p><bold id="_bold-25">Tahapan Pengujian</bold> Pengujian metode <italic id="_italic-31">Balack Box</italic> adalah pengujian terhadap fungsionalitas input atau output. Penguji mendefinisikan sekumpulan kondisi input kemudian melakukan sejumlah pengujian terhadap program sehingga menghasilkan suatu output yang nilainya dapat dievaluasi.</p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>
              <bold id="_bold-26">Modul Pengujian</bold>
            </p>
          </list-item>
        </list>
        <table-wrap id="_table-figure-1">
          <label>Table 1</label>
          <caption>
            <title>Uji Coba Sistem</title>
            <p id="_paragraph-36" />
          </caption>
          <table id="_table-1">
            <tbody>
              <tr id="table-row-efa9002bea6bc3cf9182f2cdaf37cdf2">
                <td id="table-cell-81e041b5a4afd65ab07efde1a983f5bf" colspan="4">Uji Coba Pada Hardware</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-28722263878397b193e41b5717119803">
                <td id="table-cell-990857d8e3c83b3ced46931136665434">Penguji</td>
                <td id="table-cell-8013030bbaf937dda6dc6af41436a2c7">Yang diharapkan</td>
                <td id="table-cell-fbc9162849cb4ca6861f213422da9c7c">Hasil Pengamatan</td>
                <td id="table-cell-a342eed9577295a29fdae52ba858e799">Ket</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-0e0bc62d5c032405d636b611b806cce5">
                <td id="table-cell-493960bf7c8b80fd8c4811ccecd042d3">Menyalakan Mikrokontroler</td>
                <td id="table-cell-1298c3ca9b9be8a6906012822e6c62c6">Mikrokontroler dapat menyala dengan baik</td>
                <td id="table-cell-45c38949022153f8ec29f4e47b6ae799">Mikrokontroler dapat berjalan dan terhubung dengan jaringan Wi-Fi</td>
                <td id="table-cell-3acec9a61c8fc28ac4984d3c9989cf4e">Ok</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-9307a14bc20478e393a92326548af950">
                <td id="table-cell-391adb72f87f2fb76cf2be92749240e2">Percobaan Sensor</td>
                <td id="table-cell-4025e6851bba97374f93e722b4f436f6">Modul Sensor dapat menyala ketika adanya pergerakan</td>
                <td id="table-cell-05cd4bc733a3b83a6a616da5245597ab">LED di Mikrokontroler menyala ketika adanya pergerakan</td>
                <td id="table-cell-e74c92b65ff6682941f257ce64e38e0f">Ok</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <table-wrap id="_table-figure-2">
          <label>Table 2</label>
          <caption>
            <title>Uji Coba Aplikasi Android</title>
            <p id="_paragraph-38" />
          </caption>
          <table id="_table-2">
            <tbody>
              <tr id="table-row-a085a2649b89600e6aef7844105c29a3">
                <td id="table-cell-ab7b45f1e9941cab227873ba2dfcc494" colspan="5">Uji Coba Pada Aplikasi Android</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-cb28c3c2960a13179a114080a8660aae">
                <td id="table-cell-6bf178aea5aed9beae23fcd799df940b">Penguji</td>
                <td id="table-cell-43db418e70b140ffc66d7a0ec7368583">Yang diharapkan</td>
                <td id="table-cell-f07cdf6b07c2338b90334d3dce4214ec">Hasil Pengamatan</td>
                <td id="table-cell-09b441803ee429b5cd6c5ac898d9c53a">Ket</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-7b8ada6b3f3d4257854c79677ada7638">
                <td id="table-cell-4aec473d5c41d54f10e08ddaf5517949">Membuka Aplikasi</td>
                <td id="table-cell-b0195a7db971ec66a29a16713b3e27bb">Aplikasi dapat terbuka dan memunculkan data history sensor</td>
                <td id="table-cell-f066a5532d591ddd530bc75bb5dc0264">Ada beberapa data history sensor saat membuka aplikasi</td>
                <td id="table-cell-54bb8c0512922749f5490df686b74020">Ok</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-bddb4ad04c0b8684251bd4ec0e402460">
                <td id="table-cell-071c1eaba28d69071a4e2bdf45be5555">Hapus Data</td>
                <td id="table-cell-113fd9fdc0b7a7563b03bbaa8ad328f9">Sistem dapat menghapus data history</td>
                <td id="table-cell-a3fbcea59319e07e5dbf539c548eccc2">Data dalam database dapat terhapus</td>
                <td id="table-cell-6173d38f4b36a94ee5989a47646bb4db">Ok</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-09f82b780c405d3ad660493e7e829c08">
                <td id="table-cell-caae5a764b77cc844856fc5e5c99d8cc">Percobaan Notifikasi</td>
                <td id="table-cell-9a6d6ff86701c065741ff75007d64cf6">Sistem dapat menampilkan notifikasi</td>
                <td id="table-cell-c0780236a42c9b045275e4a0830b3dda">Notifikasi tampil walau tidak sedang membuka aplikasi</td>
                <td id="table-cell-fa697e4ddc6a75b22a862c0f3ee13a95">Ok</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="heading-cad0e88dc7f4864160cfb0e232739be0">
      <title>Kesimpulan</title>
      <p id="_paragraph-40">Setelah melalui beberapa tahapan dalam menyelesaikan Rancang Bangun Sistem Deteksi Dengan Sensor Gerak Beserta Notifikasi Pada Android Berbasis Mikrokontroler Arduino, hal ini dapat membantu CCTV (<italic id="_italic-32">Closed Circuit Television</italic>) dalam melakukan tugasnya dan untuk mempermudah pengawasan. Serta dapat menghemat waktu dan tenaga karena tidak selalu harus harus mengawasi layar monitor CCTV.</p>
      <p id="_paragraph-41">Untuk kedepannya sistem ini dapat dikembangkan dari metode sampai dengan perancangan desain yang lebih interaktif, dan informasi yang disajikan lebih luas serta fasilitas aplikasi yang lebih baik.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>